Bawaslu Ajak Masyarakat Aktif Awasi Pemilu

‚ÄčMATARAM, Bawaslu NTB— Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengajak masyarakat ikut berpartisipasi aktif melakukan pengawasan pemilu. Tidak cukup mengandalkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang jumlahnya sangat terbatas.

Ajakan itu disampaikan Fritz dalam acara Sosialisasi Tatap Muka Kepada Stakeholders dan Masyarakat Pada Pilkada Serentak 2018 di Aula Kantor Bawaslu Provinsi NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/10).

“Jumlah anggota Bawaslu tidak cukup untuk melakukan pengawasan sendiri, sehingga peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kualitas pemilu. Itulah sebabnya sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepemiluan kepada masyarakat dan stakeholders,” ungkap Divisi Hukum Bawaslu RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Fritz juga menyampaikan soal ketegasan Bawaslu untuk menindak peserta pemilu yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia mencontohkan kasus pilkada Jayapura. Dikatakannya, Bawaslu RI berani mendiskualifikasi calon Bupati petahana Jayapura karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran dengan memutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada masa enam bulan sebelum penepatan calon kepala daerah.

“Ini (diskualifikasi calon Bupati petahana Jayapura—red.) adalah signal bahwa Bawaslu berani mendiskualifikasi siapa saja yang melakukan pelanggaran,” ujar Fritz.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid menyatakan bahwa Bawaslu ingin dekat sedekat-dekatnya dengan rakyat dan mengawasi pemilu bersama rakyat, karena itulah muncul gagasan pengawasan partisipatif. Menurutnya, konsep pengawasan partisipatif tidak muncul begitu saja, tetapi merupakan buah perenungan luar biasa.

“Dalam konteks pengawasan pemilu, Bawaslu hadir untuk menyelesaikan masalah demi menjaga integritas hasil pemilu,” tegas Khuwailid.

Kegiatan sosialisasi yang dirancang oleh Bawaslu untuk memberikan pemahaman pengawasan pemilu kepada masyarakat ini, dihadiri oleh berbagai unsur seperti OKP, Ormas, Mahasiswa, Pemilih Pemula (Pelajar), Kepolisian, Partai Politik, dan unsur SKPD Provinsi NTB. *** [Bawaslu NTB].


Penulis: L. Fauzan Hadi
Foto: Habibi
Dipublikasikan › 26-10-2017 | Dibaca › 90 kali

Komentar