Terlibat Aktif Kampanye,Oknum Kades di Dompu Resmi Ditetapkan Tersangka.

Dompu,Bawaslu NTB – Koordinator Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kepolisian Resor (Polres) Dompu NTB resmi menetapkan oknum Kepala Desa Tanju Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pemilihan (Tipilih) dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018.

“Iya, dia (Kades Tanju, red) sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Hari ini yang bersangkutan kami periksa sebagai tersangka,” ungkap Koordinator Tim Sentra Gakkumdu Polres Dompu, AKP. Daniel P. Simangunsong, S.IK., Rabu (16/05/2018) siang.

Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang melakukan proses melengkapi berkas menuju tahap P21 yang selanjutnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dompu untuk disidangkan.

“Intinya kami akan segera selesaikan sesuai jangka waktu yang ditentukan. Bahkan akan kita selesaikan sebelum waktu itu,” tegas Daniel yang merupakan Kasat Reskrim Polres Dompu itu.

Lebih jauh dijelaskannya, bahwa hasil penyelidikan. Oknum Kades tersebut dinilai melanggar Undang-undang RI Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Dimana dalam Pasal 71 menyebutkan bahwa pejabat negara, pejabat aparatur sipil negara, dan Kepala Desa atau sebutan lain/atau Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon selama masa kampanye.

Berdasarkan Pasal 188 lanjutnya, setiap pejabat negara, pejabat aparatur sipil negara, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.600 ribu rupiah.

“Intinya kami akan segera selesaikan,” tegasnya kembali.

Sebelum diperiksa penyidik Gakkumdu Polres Dompu, Kepala Desa Tanju Kecamatan Manggelewa inisial HS (46) pada media ini mengakui bahwa saat itu dirinya menghadiri acara kampanye Calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 2 H. Mori Hanafi SE di Kecamatan Woja.

Namun dirinya membantah jika pihaknya mendukung dan aktif terlibat kampanye Paslon tersebut.

“Saya tidak terlibat kampanye. Saya hanya datang diajak dan duduk. Kemudian diajak foto bersama sambil mengacungkan dua jari tangan. Saya melakukan itu karena menghargai ajakan orang. Kan tidak enak jika saya abaikan ajakan orang lain. Ini murni bukan karena unsur kesengajaan,” cetusnya.

Menurutnya, Kepala Desa yang merupakan pejabat politik seharusnya tidak bisa dilarang terlibat kampanye. Tujuannya agar bisa mengetahui visi-misi para Paslon. Terkait adanya Undang-undang yang melarang Kades terlibat kampanye. Pihaknya mengusulkan untuk segara dirubah. Sebab Kades merupakan pejabat politik.

“Sebelum saya memenuhi panggilan Polisi hari ini, saya sudah bermusyawarah dan mengumpulkan masyarakat tentang kejadian ini. Jika terjadi apa-apa dengan saya maka siap-siap warga Desa Tanju akan bergerak,” terangnya.

“Saya tidak memiliki niat dan tujuan untuk terlibat dalam kampanye. Hanya menghargai undangan yang disampaikan oleh orang. Ini sengaja dilaporkan oleh lawan politik saya saat Pilkades dulu,” tutupnya.

Pantauan langsung media ini, oknum Kepala Desa Tanju itu mulai diperiksa penyidik Gakkumdu Polres Dompu sekitar pukul 12.00 Wita diruangan Unit 1 (Pidum) Polres setempat di Jln. Bhayangkara Nomor 9 Dompu untuk didengarkan keterangannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana Pemilihan.

Sumber Berita: https://incinews.com/

Dipublikasikan › 16-05-2018 | Dibaca › 149 kali

Komentar