Umar: Panwascam dan Bawaslu Hanya Berbeda Wilayah Kerja

SUMBAWA, Bawaslu NTB—Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat Umar Achmad Seth mengatakan bahwa Pengawas Pemilu, mulai dari Pusat hingga ke bawah, secara prinsip memiliki tugas yang sama dalam melakukan pengawasan. Hanya saja tempat dan ruang lingkup pengawasannya yang berbeda.

Pernyataan tersebut disampaikan Umar saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa di Sumbawa, Kamis (02/11/2017).

Pernyataan yang sama juga telah disampaikannya pada acara pelantikan anggota Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Dompu (03/11) dan di acara Pembekalan Panwascam se-Kabupaten Bima, di Bima (03/11).

Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi NTB tersebut menjelaskan bahwa secara garis besar pengawasan dalam pemilihan dilakukan pada tiga fase, yaitu non tahapan, sub tahapan, dan tahapan pemilihan.

“Dalam semua tahapan tersebut, Panwascam, Panwaslu Kabupaten/Kota, Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI melakukan pengawasan secara bersama-sama. Hanya saja wilayah kerjanya yang berbeda,” terang Umar.

Menurut Umar, dalam setiap tahapan sangat potensial terjadi pelanggaran, sehingga Panwascam harus memahami tentang pelanggaran yang sudah diatur dalam Peraturan Perundang-undangan.

“Jenis pelanggaran dalam pemilihan itu ada tiga, yaitu pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, dan pelanggaran pidana,” paparnya.

Dalam hal pelanggaran pidana, Umar menjelaskan secara ringkas tentang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang berwenang menangani pelanggaran pidana.

“Sentra Gakkumdu itu terdiri dari tiga lembaga, yaitu panitia pengawas, Kepolisian, dan Kejaksaan. Inilah (Sentra Gakkumdu—red.) yang berwenang menindak pelanggaran pidana,” jelasnya.

Selain itu, pria kelahiran Singaraja tersebut juga mengingatkan kepada Panwascam untuk bersiap-siap menghadapi berbagai dinamika pemilihan di lapangan seperti politik uang dan teknis pelaksanaan pemungutan suara. ***
Penulis: L. Fauzan Hadi & Mardani
Foto: Mardan
Dipublikasikan › 24-11-2017 | Dibaca › 86 kali

Komentar